Share

Tidak Bisa Ereksi Sudah Pasti Impoten?

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Jum'at 25 Juli 2014 21:38 WIB
$detail['images_title']
Tidak bisa ereksi belum tentu impoten (Foto: Boldsky)

IMPOTENSI atau disfungsi ereksi adalah masalah kesehatan seksual yang menjadi momok bagi semua kalangan pria. Hal ini karena impotensi dapat berdampak buruk untuk kehidupan seksual pria.  

Bagaimana tidak, ketika mengalami impotensi, seorang pria akan mengalami kesulitan untuk berhubungan seksual. Hal ini karena Mr P dari pria tidak bisa mengalami ereksi ketika berhubungan seksual.

 

Follow Berita Okezone di Google News

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang dengan klik disini dan nantikan kejutan menarik lainnya

Tetapi, benarkah semua pria yang tidak bisa mengalami ereksi ketika berhubungan seksual dapat dikatakan impoten? Assistant professor of Urology di NYU Langone Medical Center, Benjamin Brucker, MD mengatakan bahwa tidak semua pria yang tidak bisa ereksi dikatakan impoten, mengapa?

 

“Ada kategori yang disebut disfungsi ereksi psikogenik. Misalnya, saat berhubungan seksual dengan istrinya dia sulit untuk ereksi, tetapi berhubungan seksual dengan wanita lain justru dia mengalami ereksi,” katannya dikutip Cosmopolitan, Jumat (25/7/2014).

 

Menurut Brucker, hal tersebut membuktikan jika tidak bisa ereksi bukan berarti mengalami impotensi. Selain itu, Brucker mengatakan bahwa dalam kasus ini faktor psikologis menjadi penyebab utama seorang pria mengalami disfungsi ereksi. (Baca: 10 Cara Alami Perbesar Ukuran Mr P (1))

 

“Stres, konsumsi obat minum alkohol, faktor usia dan obesitas dapat mempengaruhi psikologis seorang pria yang akhirnya dapat menyebabkan disfungsi ereksi,” tuturnya. (Baca: 10 Cara Alami Perbesar Ukuran Mr P (2-Habis))

 

Selain itu, Brucker mengatakan bahwa disfungsi ereksi bisa menjadi tanda dari penyakit lain, seperti jantung dan diabetes. Disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh aliran darah dari jantung yang tidak lancar ke organ genital pria, sehingga kemungkinan organ jantung bermasalah.

 

“Ketika Anda mulai menyadari mengalami disfungsi ereksi, maka sebaiknya memeriksa kesehatan secara keseluruhan,” tutupnya.

(fik)